Kamis, 18 Februari 2010

Maafkan aku cinta


Aduh ya kekasih ku, aku benar-benar mencintai mu setulus hati, tidak ada melebihi sesuatu hal lain didunia ini yang sanggup melebihinya, apalagi melebihi, menyamai dan menginterupsinya pun tidak, aku tidak sanggup tanpa cinta ini.

Oh kekasihku, tanpa cinta mu sedetik, jantung ku bisa gagal berdetak untuk beberapa saat, kemudian darahku berhenti mengalir karena tidak ada yang memompa, akibanya otakku bisa berhenti berpikir dan mati, sel-sel ku bisa berhehenti bereproduksi, , , maka kemudian matilah aku sia-sia.

Beginilah aku, aku bukan apa dan siapa, tidak ada yang bisa aku andalkan dalam diriku kasih, Cuma proposal cinta yang bisa ditawarkan kepadamu, aku memang tidak punya apa-apa nafasku punyamu, detak jantungku punyamu, reproduksi selku punyamu, bahkan jiwaku punyamu,,, aku tidak berpikir siapa aku, tapi apa yang aku persembahkan padamu.

Tapi jujur aku kasih, aku tidak bisa jujur kepadamu, kamu tahu itu tho? Aku manusia biasa yang harus menjadi manusia yang sudah terbiasa hidup dengan keutamaan budaya daging dan kulit. Maafkanlah aku, aku memang tidak bisa makan hanya dengan cinta itu,,

Duh cinta, cinta memang tanpa syarat, tanpa kata, tulus, ikhlas, pengabdian, penyatuan - Kata para pujangga puncak cinta adalah pertemuan – tapi kok ya selalu ada tapi ini, tapi itu, yang tidak akan selesai dibicarakan dalam seumur hidupku.

Maaf seribu maaf, kau memberi semua yang aku butuhkan, tapi aku tidak memberi semuanya,,, kau memberiku hidup tapi aku malah terus berharap kepadamu, aku cinta padamu, yang bisa aku berikan pun Cuma proposalnya (hehe kurang ajar betul aku ya), aku memang tidak bisa tanpa mu,, kekasih,,,, you are all that i need and i love you,,,, forever.

Based on the true strory


Bicara bentuk

Pagi yang dinikmati sebagai satu tekat ternyata akan membawa kekuatan yang lebih untuk membawa manusia pada titik yang akan dilewatinya sebagai akses point-akses point, manusia sebenarnya hanya perlu kesiapan mental yang kuat dan skill yang cukup untuk mengarungi kehidupan misteri setelahnya, karena kemisterian masa depan itu akan selalu akan menjadi misteri, dan kuncinya untuk membuka misteri adalah menjalaninya, ya benar! hanya menjalaninya, hal ini akan kami buktikan dengan cerita setelahnya.

Pagi yang indah, tidak panas juga tidak terlalu dingin, sehingga sinar matahari itu menerobos masuk kedalam rumah semen dan rumah dagingku, beberapa malam sebelumya aku sudah merencanakan ingin balik kejogja dengan kereta, kesiapan ku adalah informasi yang aku kumpulkan sekenanya dari tetangga, dan orang-orang terdekat. Dan kesiapan ku yang paling penting untuk ini adalah kepercayaan pada diriku, bahwa aku akan melewatinya dengan suka maupun duka.

Bagaimanapun orang pergi mengarungi kehidupan harus percaya bahwa dirinya akan melewatinya, semuanya adalah keindahan, dan akan dilewatinya dengan senyuman, bagaimanapun orang meragukannya, satu, dua, sekota, seindonesia. Aku hanya percaya akan diriku ini. Aku ini adalah wakil-wakil yang tak dapat luntur hanya kalau diragukan manusia. Pagi itu aku diantar dengan kasih sayang sang ibu kesetasiun Brumbung untuk menaiki kereta yang akan mengujiku dalam salah satu ujian kecil hidup. Pertama kali melihat gerbong itu, yang hanya terdiri dari dua gerbong depan dan belakang, ibu ku tentunya menghawatirkan bentuknya, kondisinya, akan bahaya, nikmat-tidak nikmat, nyaman-tak nyaman, dan tentunya itu bentuknya lah yang paling diperhatikan untuk menakar kesemuanya itu.

Form, bentuk, simbol, huh! aku paling tidak percaya dengan itu semua, tapi semua orang sangat mempercayai itu, dan itulah kesan awal dan sensasi yang tercipta yang dihasilkan dari panca indera. Celakanya kebanyakan orang mempercayai dan menuhankannya, aku katakan menuhankan karena mereka mempercayainya tanpa mengetahuinya, bukankah itu hanya hak tuhan dan hal-hal yang sudah tuhan tunjukkan?

Masih belum puas aku bicara bentuk ini, bentuk membawa manusia pada sesuatu yang terbentuk padahal yang membuat bentuk ini adalah orang lain yang terkadang, dapat saja terjadi orang, masyarakat, ataupun bahkan pemerintahan mengatakan dengan simbol bentuk yang sama tetapi mempunyai arti dan maksud yang berbeda. Karena itu bentuk selalu unik, dan pertanyaan saya kenapa bentuk itu harus ada dan selalu dibuat untuk dipergunakan menakar hal yang tidak dapat dibatasi hanya dengan bentuk?

Tetapi kadang pemerintahan dan orang-orang berkuasa memaksakan bentuk itu kedalam orang yang dikuasainya, mereka menggusur bentuk-bentuk original dari orang-orang unik lainnya dan ini seperti wilayah tuhan yang mulai ditempatinya.

Aku mengatakan itu hal itu juga bingung sebenarnya, apakah manusia tidak membutuhkan bentuk

Oo ya ingat aku, tadi malam aku baca status fb mas ulil “Rasa keadilan kerapkali tak bisa seluruhnya tertampung dalam hukum resmi, entah itu hukum agama atau hukum sekuler. Oleh karena itu, hukum harus terus berkembang, sesuai dengan perkembangan rasa keadilan masyarakat. Itu salah satu inti tulisan Prof. Soetandyo Wignyosoebroto di Kompas hari ini. Saya setuju sekali dg pandangan itu”. Alangkah dunia ini akan menjadi kacau karena bentuknya menjadi kotak-kotak, atau berupa buku-buku hukum yang dianggap baku dan benar, akibatnya yang terjadi adalah silat lidah, akrobatik hukum dan mencoba-coba eker2 “sela-sela” hukum yang ada.

Beginilah akibatnya jika dunia menjadi terbalik, manusia membuat simbol kan untuk mengekspresikan maksud, aduh,,, yang terjadi sekarang malah simbol itu malah dijadikan tolok ukur yang “universal” untuk semua maksud. Artinya hukum itu yang dijadikan segalanya, segalanya harus berasal dari hukum yang berupa teks-teks itu, sehingga akibatnya adalah tidak ada kebijaksanaan didalamnya. Sesuatu hal harus diselesaikan dan diukur berdasarkan “kemungkinan-kemungkinan teks” yang mati, sehingga hukum itu ikut mati, dan keadilan yang dicita-citakan ikut mati.

Akhirnya cerita ku tidak selesai, ya wis, ini hanya sebatas grenengan-grenegan sesaat. Dan cerita itu tidak menjadi penting.

Selasa, 04 November 2008

TITIK NOL MASYARAKAT JATIM Oleh : Mohammad Fuad

Pilkada putaran dua sudah berlangsung,untuk sementara hitungan quick qount memastikan khofifah lebih unggul. Dari hasil quicjk qount khofifah menduduki poin teratas melebihi satu persen di atas pasangan karsa. Ini berarti bahwa isu yang di usung oleh tim kaji tentang adanya kesetaraan gender berhasil.

Namun perlu di ingat bahwa dalam putaran pilgub jatim yag kedua ini,hasilnya tidak jauh berbeda dengan hasil pilgub jatim putaran pertama. Ini termasuk yang golput alias yang tidak memilih.

Hampir 50 persen lebih masyarakat jawa timur dalam menentukan siapa gubernurnya kali ini tidak memilih. Ini memungkinkan bahwa masyarakat jawa timur kali ini sudah mulai bosan adanya seorang pemimpin yang hanya bisa mengedepankan persepsi dan obralan janji tanpa memperhatikan realita.

Terkait dengan adanya golput di putaran dua jatim kali ini, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan:

Pertama,masyarakat kali ini sudah mulai di ujung titik kejenuhan, dalam bahasa social ini yang di namakan titik nol,jadi masyarakat tidak memandang siapakah yang akan jadi pemimipin di wilayahnya. Yang terpentig bagi masyarakat kali ini adalah bagaimana pemimpin mereka bisa mengayomi masyarakat tanpa adanya sebuah pilihan,meskipun hal ini juga tidak baik dalam menentukan citra baik dan buruknya sebuah negara.

Kedua,masyarakat kali ini beranggapan bahwa apa yang dia pilih nanti,kemungkinan gak jauh beda dengan pemimpin yang sebelumnya. Yang hanya bisa berspekulasi dalam pemilihan serta obral janji tanpa adanya kepastian apa yang telah di janjikan.

Ketiga,masyarakat kali menilai bahwa demokrasi yang sudah sepuluh tahun bergeming ini tidak ada manfaatnya sama sekali bagi masyarakat,ini di disebabkan karena kondisi masyarakat bukannya semakin baik tapi semakin buruk,apalagi adanya kenaikan dan turunnya BBM serta bahan-bahan sembako yang tidak stabil.

Jadi, alam demokrasi yang sudah sepuluh tahun ini berjalan sudah tidak berhasil, dan ini menandakan bahwa system yang ada di Negara ini harus di format ulang,bukan dari hasil foto copyan. Karena selama ini undang-undang yang di perdebatkan di wilayah eksekutif hasilnya tak jauh beda dengah hasil undang-undang sebelumnya.

Mohammad Fuad
Mahasiswa PTIQ Jakarta
Fakultas Tafsir Hadits dan anggota Forum kajian politik di UI Jakarta

Senin, 22 September 2008

sia-sia

pada suatu sore yang hangat "sia-sia kau membaca karya-karya sastra itu, hanya khayalan yang mengambang tanpa ada kebenaran yang hakiki. yang ada hanya dusta dan dusta, ketika sesuatu diawali dengan dusta maka natijahnya bisa dilihat tidak jauh dari dusta.. sekali lagi dusta, bo'ong, taik kucing akhirnya pun tak berguna terbengkalai dipojok ruangan.
sia-sia adalah kata yang paling sering digunakan ujung tombak untuk menunjuk hidung pada sesuatu menjadi terpinggirkan dan tidak berguna, dan kata-kata inilah yang membuat sesuatu yang sebenarnya masih bisa dipakai menjadi tidak terpakai, karena dianggap useless maka dia akan terabaikan.
benarkah tuhan membuat satu sel di alam ini hanya untuk kemudian tidak berguna? itulah pertanyaan dasar yang muncul. tuhan membuat milyaran sel ini kemudian membentuk organisme tertentu dan mempunyai fungsi tersendiri dialam ini. kemudian terjadi harmanika indah dialam ini yang bergerak sesuai dengan perputarannya masing-masing. so benarkah seorang pengemis gembel dipinggir jalan itu tidak berguna dan harus disingkirkan dan dirazia setiap waktu?
sebuah karya menempati tempatnya masing-masing, mempuanyai ideologi, pikiran, kultur sosial yang mewakili pada kondisi, letak geografi dan masa tertentu, sehingga setiap karya tidak bisa dijudjge oleh hanya seorang atau beribu-ribu ahli tentangnya, karena karya ini tetap mempunyai tempatnya sendiri, ia bisa menjadi sesuatu yang sangat diagungkan pada detik pertama dan juga bisa menjadis sampah pada detik berikutnya atau bahkan pada detik yang sama.
karya sastra adalah karya bohong-bohongan, di sana tempatnya orang bermimpi-mimpi dengan pikirannya, rasanya dan hatinya, kemudian dituangkan dalam tulisan dan dipubulikasikan kepada publik yang tengah haus akan kebohongan tersebut. alangkah bodohnya manusia-manusia ini mau menerima kebohongan dengan apreciatif. benarkah?
nicholas nikleby" art is not truth, art is lie that reveals the truth"
ketika kebenaran-kebenaran itu tidak mampu menggugah kebenaran yang sebenarnya maka kebenaran itu menjadi tidak berguna pada saat dan kondisi tertentu, maka dibuatlah kebohongan-kebohongan untuk membentuk kebenaran-kebenaran yang hakiki. dikatakan kebohongan karena memang tidak pernah terjadi, dan tidak bisa dibuktikaan secara matrial, ilmiah. semua pengalaman empirik tentang kehidupan ini tidak pernah diselesaikan atau dijelaskan secara ilmiah secara keseluruhan, ada saja sisi-sisi dari kemanusiaany yang dapat dirasakan oleh banyak orang tapi tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.

Selasa, 05 Agustus 2008

harapan

pada waktu manusia masih merasa lebih nyaman untuk menempelkan sebelah pipinya di bantal yang empuk, beberapa orang yang mempunyai harapan lebih pada kehidupan selanjutnya telah membuka matanya, mereka berpikir bagaimana harapan-harapan yang indah itu bisa diraihnya, didalam otaknya yang berpikir itu, banyak sekali yang berputar-putar disana. ada cinta yang sedang melambaikan tangan pada hatinya, ada juga keinginan untuk menjadi orang penting katanya (apakah dia tidak penting sekarang?), ada bapak-bapak yang ditunggu istrinya untuk mencari kehidupan keluarga.
manusia tidak bisa hidup secara lurus-lurus saja tanpa ada sesuatu yang "menyentilnya", mendorong, menyeret atau bahkan "menendangnya". dari kondisi yang dihadapinya ia mempunyai harapan, baik itu harapan cinta, atau harapan lain ingin dicapainya.
jangan anggap orang yang kaya secara materi mempunyai ketenangan jiwa seperti si miskin, artinya setiap orang mempunyai kondisi nya sendiri yang kemudian menimbulkan harapan-harapan. karena tidak ada satupun keadaan yang seusai dengan keadaan yang yang diinginkan manusia, mausia hidup secara berdampingan dengan segala batasannya dalam ruang maupun waktu, tentunya mempunyai pengalaman hidup yang berbeda kemudian akan menimbulkan keinginan dan harapan yang berbeda pula.
manusia putus harapan........ hanyalah mati jawabannya. karena harapan tidak akan ada habisnya manusia berharap. keinginan dan harapan akan selalu bermunculan seiring dengan berjalannya kehidupan.
wahai manusia yang masih hidup, tersenyumlah dengan kekecewaanmu. dan bersyukurlah dengan keberhasilanmu.