pada waktu manusia masih merasa lebih nyaman untuk menempelkan sebelah pipinya di bantal yang empuk, beberapa orang yang mempunyai harapan lebih pada kehidupan selanjutnya telah membuka matanya, mereka berpikir bagaimana harapan-harapan yang indah itu bisa diraihnya, didalam otaknya yang berpikir itu, banyak sekali yang berputar-putar disana. ada cinta yang sedang melambaikan tangan pada hatinya, ada juga keinginan untuk menjadi orang penting katanya (apakah dia tidak penting sekarang?), ada bapak-bapak yang ditunggu istrinya untuk mencari kehidupan keluarga.
manusia tidak bisa hidup secara lurus-lurus saja tanpa ada sesuatu yang "menyentilnya", mendorong, menyeret atau bahkan "menendangnya". dari kondisi yang dihadapinya ia mempunyai harapan, baik itu harapan cinta, atau harapan lain ingin dicapainya.
jangan anggap orang yang kaya secara materi mempunyai ketenangan jiwa seperti si miskin, artinya setiap orang mempunyai kondisi nya sendiri yang kemudian menimbulkan harapan-harapan. karena tidak ada satupun keadaan yang seusai dengan keadaan yang yang diinginkan manusia, mausia hidup secara berdampingan dengan segala batasannya dalam ruang maupun waktu, tentunya mempunyai pengalaman hidup yang berbeda kemudian akan menimbulkan keinginan dan harapan yang berbeda pula.
manusia putus harapan........ hanyalah mati jawabannya. karena harapan tidak akan ada habisnya manusia berharap. keinginan dan harapan akan selalu bermunculan seiring dengan berjalannya kehidupan.
wahai manusia yang masih hidup, tersenyumlah dengan kekecewaanmu. dan bersyukurlah dengan keberhasilanmu.
manusia tidak bisa hidup secara lurus-lurus saja tanpa ada sesuatu yang "menyentilnya", mendorong, menyeret atau bahkan "menendangnya". dari kondisi yang dihadapinya ia mempunyai harapan, baik itu harapan cinta, atau harapan lain ingin dicapainya.
jangan anggap orang yang kaya secara materi mempunyai ketenangan jiwa seperti si miskin, artinya setiap orang mempunyai kondisi nya sendiri yang kemudian menimbulkan harapan-harapan. karena tidak ada satupun keadaan yang seusai dengan keadaan yang yang diinginkan manusia, mausia hidup secara berdampingan dengan segala batasannya dalam ruang maupun waktu, tentunya mempunyai pengalaman hidup yang berbeda kemudian akan menimbulkan keinginan dan harapan yang berbeda pula.
manusia putus harapan........ hanyalah mati jawabannya. karena harapan tidak akan ada habisnya manusia berharap. keinginan dan harapan akan selalu bermunculan seiring dengan berjalannya kehidupan.
wahai manusia yang masih hidup, tersenyumlah dengan kekecewaanmu. dan bersyukurlah dengan keberhasilanmu.
