pada suatu sore yang hangat "sia-sia kau membaca karya-karya sastra itu, hanya khayalan yang mengambang tanpa ada kebenaran yang hakiki. yang ada hanya dusta dan dusta, ketika sesuatu diawali dengan dusta maka natijahnya bisa dilihat tidak jauh dari dusta.. sekali lagi dusta, bo'ong, taik kucing akhirnya pun tak berguna terbengkalai dipojok ruangan.
sia-sia adalah kata yang paling sering digunakan ujung tombak untuk menunjuk hidung pada sesuatu menjadi terpinggirkan dan tidak berguna, dan kata-kata inilah yang membuat sesuatu yang sebenarnya masih bisa dipakai menjadi tidak terpakai, karena dianggap useless maka dia akan terabaikan.
benarkah tuhan membuat satu sel di alam ini hanya untuk kemudian tidak berguna? itulah pertanyaan dasar yang muncul. tuhan membuat milyaran sel ini kemudian membentuk organisme tertentu dan mempunyai fungsi tersendiri dialam ini. kemudian terjadi harmanika indah dialam ini yang bergerak sesuai dengan perputarannya masing-masing. so benarkah seorang pengemis gembel dipinggir jalan itu tidak berguna dan harus disingkirkan dan dirazia setiap waktu?
sebuah karya menempati tempatnya masing-masing, mempuanyai ideologi, pikiran, kultur sosial yang mewakili pada kondisi, letak geografi dan masa tertentu, sehingga setiap karya tidak bisa dijudjge oleh hanya seorang atau beribu-ribu ahli tentangnya, karena karya ini tetap mempunyai tempatnya sendiri, ia bisa menjadi sesuatu yang sangat diagungkan pada detik pertama dan juga bisa menjadis sampah pada detik berikutnya atau bahkan pada detik yang sama.
karya sastra adalah karya bohong-bohongan, di sana tempatnya orang bermimpi-mimpi dengan pikirannya, rasanya dan hatinya, kemudian dituangkan dalam tulisan dan dipubulikasikan kepada publik yang tengah haus akan kebohongan tersebut. alangkah bodohnya manusia-manusia ini mau menerima kebohongan dengan apreciatif. benarkah?
nicholas nikleby" art is not truth, art is lie that reveals the truth"
ketika kebenaran-kebenaran itu tidak mampu menggugah kebenaran yang sebenarnya maka kebenaran itu menjadi tidak berguna pada saat dan kondisi tertentu, maka dibuatlah kebohongan-kebohongan untuk membentuk kebenaran-kebenaran yang hakiki. dikatakan kebohongan karena memang tidak pernah terjadi, dan tidak bisa dibuktikaan secara matrial, ilmiah. semua pengalaman empirik tentang kehidupan ini tidak pernah diselesaikan atau dijelaskan secara ilmiah secara keseluruhan, ada saja sisi-sisi dari kemanusiaany yang dapat dirasakan oleh banyak orang tapi tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.
sia-sia adalah kata yang paling sering digunakan ujung tombak untuk menunjuk hidung pada sesuatu menjadi terpinggirkan dan tidak berguna, dan kata-kata inilah yang membuat sesuatu yang sebenarnya masih bisa dipakai menjadi tidak terpakai, karena dianggap useless maka dia akan terabaikan.
benarkah tuhan membuat satu sel di alam ini hanya untuk kemudian tidak berguna? itulah pertanyaan dasar yang muncul. tuhan membuat milyaran sel ini kemudian membentuk organisme tertentu dan mempunyai fungsi tersendiri dialam ini. kemudian terjadi harmanika indah dialam ini yang bergerak sesuai dengan perputarannya masing-masing. so benarkah seorang pengemis gembel dipinggir jalan itu tidak berguna dan harus disingkirkan dan dirazia setiap waktu?
sebuah karya menempati tempatnya masing-masing, mempuanyai ideologi, pikiran, kultur sosial yang mewakili pada kondisi, letak geografi dan masa tertentu, sehingga setiap karya tidak bisa dijudjge oleh hanya seorang atau beribu-ribu ahli tentangnya, karena karya ini tetap mempunyai tempatnya sendiri, ia bisa menjadi sesuatu yang sangat diagungkan pada detik pertama dan juga bisa menjadis sampah pada detik berikutnya atau bahkan pada detik yang sama.
karya sastra adalah karya bohong-bohongan, di sana tempatnya orang bermimpi-mimpi dengan pikirannya, rasanya dan hatinya, kemudian dituangkan dalam tulisan dan dipubulikasikan kepada publik yang tengah haus akan kebohongan tersebut. alangkah bodohnya manusia-manusia ini mau menerima kebohongan dengan apreciatif. benarkah?
nicholas nikleby" art is not truth, art is lie that reveals the truth"
ketika kebenaran-kebenaran itu tidak mampu menggugah kebenaran yang sebenarnya maka kebenaran itu menjadi tidak berguna pada saat dan kondisi tertentu, maka dibuatlah kebohongan-kebohongan untuk membentuk kebenaran-kebenaran yang hakiki. dikatakan kebohongan karena memang tidak pernah terjadi, dan tidak bisa dibuktikaan secara matrial, ilmiah. semua pengalaman empirik tentang kehidupan ini tidak pernah diselesaikan atau dijelaskan secara ilmiah secara keseluruhan, ada saja sisi-sisi dari kemanusiaany yang dapat dirasakan oleh banyak orang tapi tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.
