Pilkada putaran dua sudah berlangsung,untuk sementara hitungan quick qount memastikan khofifah lebih unggul. Dari hasil quicjk qount khofifah menduduki poin teratas melebihi satu persen di atas pasangan karsa. Ini berarti bahwa isu yang di usung oleh tim kaji tentang adanya kesetaraan gender berhasil.
Namun perlu di ingat bahwa dalam putaran pilgub jatim yag kedua ini,hasilnya tidak jauh berbeda dengan hasil pilgub jatim putaran pertama. Ini termasuk yang golput alias yang tidak memilih.
Hampir 50 persen lebih masyarakat jawa timur dalam menentukan siapa gubernurnya kali ini tidak memilih. Ini memungkinkan bahwa masyarakat jawa timur kali ini sudah mulai bosan adanya seorang pemimpin yang hanya bisa mengedepankan persepsi dan obralan janji tanpa memperhatikan realita.
Terkait dengan adanya golput di putaran dua jatim kali ini, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan:
Pertama,masyarakat kali ini sudah mulai di ujung titik kejenuhan, dalam bahasa social ini yang di namakan titik nol,jadi masyarakat tidak memandang siapakah yang akan jadi pemimipin di wilayahnya. Yang terpentig bagi masyarakat kali ini adalah bagaimana pemimpin mereka bisa mengayomi masyarakat tanpa adanya sebuah pilihan,meskipun hal ini juga tidak baik dalam menentukan citra baik dan buruknya sebuah negara.
Kedua,masyarakat kali ini beranggapan bahwa apa yang dia pilih nanti,kemungkinan gak jauh beda dengan pemimpin yang sebelumnya. Yang hanya bisa berspekulasi dalam pemilihan serta obral janji tanpa adanya kepastian apa yang telah di janjikan.
Ketiga,masyarakat kali menilai bahwa demokrasi yang sudah sepuluh tahun bergeming ini tidak ada manfaatnya sama sekali bagi masyarakat,ini di disebabkan karena kondisi masyarakat bukannya semakin baik tapi semakin buruk,apalagi adanya kenaikan dan turunnya BBM serta bahan-bahan sembako yang tidak stabil.
Jadi, alam demokrasi yang sudah sepuluh tahun ini berjalan sudah tidak berhasil, dan ini menandakan bahwa system yang ada di Negara ini harus di format ulang,bukan dari hasil foto copyan. Karena selama ini undang-undang yang di perdebatkan di wilayah eksekutif hasilnya tak jauh beda dengah hasil undang-undang sebelumnya.
Mohammad Fuad
Mahasiswa PTIQ Jakarta
Fakultas Tafsir Hadits dan anggota Forum kajian politik di UI Jakarta
Selasa, 04 November 2008
Senin, 22 September 2008
sia-sia
pada suatu sore yang hangat "sia-sia kau membaca karya-karya sastra itu, hanya khayalan yang mengambang tanpa ada kebenaran yang hakiki. yang ada hanya dusta dan dusta, ketika sesuatu diawali dengan dusta maka natijahnya bisa dilihat tidak jauh dari dusta.. sekali lagi dusta, bo'ong, taik kucing akhirnya pun tak berguna terbengkalai dipojok ruangan.
sia-sia adalah kata yang paling sering digunakan ujung tombak untuk menunjuk hidung pada sesuatu menjadi terpinggirkan dan tidak berguna, dan kata-kata inilah yang membuat sesuatu yang sebenarnya masih bisa dipakai menjadi tidak terpakai, karena dianggap useless maka dia akan terabaikan.
benarkah tuhan membuat satu sel di alam ini hanya untuk kemudian tidak berguna? itulah pertanyaan dasar yang muncul. tuhan membuat milyaran sel ini kemudian membentuk organisme tertentu dan mempunyai fungsi tersendiri dialam ini. kemudian terjadi harmanika indah dialam ini yang bergerak sesuai dengan perputarannya masing-masing. so benarkah seorang pengemis gembel dipinggir jalan itu tidak berguna dan harus disingkirkan dan dirazia setiap waktu?
sebuah karya menempati tempatnya masing-masing, mempuanyai ideologi, pikiran, kultur sosial yang mewakili pada kondisi, letak geografi dan masa tertentu, sehingga setiap karya tidak bisa dijudjge oleh hanya seorang atau beribu-ribu ahli tentangnya, karena karya ini tetap mempunyai tempatnya sendiri, ia bisa menjadi sesuatu yang sangat diagungkan pada detik pertama dan juga bisa menjadis sampah pada detik berikutnya atau bahkan pada detik yang sama.
karya sastra adalah karya bohong-bohongan, di sana tempatnya orang bermimpi-mimpi dengan pikirannya, rasanya dan hatinya, kemudian dituangkan dalam tulisan dan dipubulikasikan kepada publik yang tengah haus akan kebohongan tersebut. alangkah bodohnya manusia-manusia ini mau menerima kebohongan dengan apreciatif. benarkah?
nicholas nikleby" art is not truth, art is lie that reveals the truth"
ketika kebenaran-kebenaran itu tidak mampu menggugah kebenaran yang sebenarnya maka kebenaran itu menjadi tidak berguna pada saat dan kondisi tertentu, maka dibuatlah kebohongan-kebohongan untuk membentuk kebenaran-kebenaran yang hakiki. dikatakan kebohongan karena memang tidak pernah terjadi, dan tidak bisa dibuktikaan secara matrial, ilmiah. semua pengalaman empirik tentang kehidupan ini tidak pernah diselesaikan atau dijelaskan secara ilmiah secara keseluruhan, ada saja sisi-sisi dari kemanusiaany yang dapat dirasakan oleh banyak orang tapi tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.
sia-sia adalah kata yang paling sering digunakan ujung tombak untuk menunjuk hidung pada sesuatu menjadi terpinggirkan dan tidak berguna, dan kata-kata inilah yang membuat sesuatu yang sebenarnya masih bisa dipakai menjadi tidak terpakai, karena dianggap useless maka dia akan terabaikan.
benarkah tuhan membuat satu sel di alam ini hanya untuk kemudian tidak berguna? itulah pertanyaan dasar yang muncul. tuhan membuat milyaran sel ini kemudian membentuk organisme tertentu dan mempunyai fungsi tersendiri dialam ini. kemudian terjadi harmanika indah dialam ini yang bergerak sesuai dengan perputarannya masing-masing. so benarkah seorang pengemis gembel dipinggir jalan itu tidak berguna dan harus disingkirkan dan dirazia setiap waktu?
sebuah karya menempati tempatnya masing-masing, mempuanyai ideologi, pikiran, kultur sosial yang mewakili pada kondisi, letak geografi dan masa tertentu, sehingga setiap karya tidak bisa dijudjge oleh hanya seorang atau beribu-ribu ahli tentangnya, karena karya ini tetap mempunyai tempatnya sendiri, ia bisa menjadi sesuatu yang sangat diagungkan pada detik pertama dan juga bisa menjadis sampah pada detik berikutnya atau bahkan pada detik yang sama.
karya sastra adalah karya bohong-bohongan, di sana tempatnya orang bermimpi-mimpi dengan pikirannya, rasanya dan hatinya, kemudian dituangkan dalam tulisan dan dipubulikasikan kepada publik yang tengah haus akan kebohongan tersebut. alangkah bodohnya manusia-manusia ini mau menerima kebohongan dengan apreciatif. benarkah?
nicholas nikleby" art is not truth, art is lie that reveals the truth"
ketika kebenaran-kebenaran itu tidak mampu menggugah kebenaran yang sebenarnya maka kebenaran itu menjadi tidak berguna pada saat dan kondisi tertentu, maka dibuatlah kebohongan-kebohongan untuk membentuk kebenaran-kebenaran yang hakiki. dikatakan kebohongan karena memang tidak pernah terjadi, dan tidak bisa dibuktikaan secara matrial, ilmiah. semua pengalaman empirik tentang kehidupan ini tidak pernah diselesaikan atau dijelaskan secara ilmiah secara keseluruhan, ada saja sisi-sisi dari kemanusiaany yang dapat dirasakan oleh banyak orang tapi tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.
Selasa, 05 Agustus 2008
harapan
pada waktu manusia masih merasa lebih nyaman untuk menempelkan sebelah pipinya di bantal yang empuk, beberapa orang yang mempunyai harapan lebih pada kehidupan selanjutnya telah membuka matanya, mereka berpikir bagaimana harapan-harapan yang indah itu bisa diraihnya, didalam otaknya yang berpikir itu, banyak sekali yang berputar-putar disana. ada cinta yang sedang melambaikan tangan pada hatinya, ada juga keinginan untuk menjadi orang penting katanya (apakah dia tidak penting sekarang?), ada bapak-bapak yang ditunggu istrinya untuk mencari kehidupan keluarga.
manusia tidak bisa hidup secara lurus-lurus saja tanpa ada sesuatu yang "menyentilnya", mendorong, menyeret atau bahkan "menendangnya". dari kondisi yang dihadapinya ia mempunyai harapan, baik itu harapan cinta, atau harapan lain ingin dicapainya.
jangan anggap orang yang kaya secara materi mempunyai ketenangan jiwa seperti si miskin, artinya setiap orang mempunyai kondisi nya sendiri yang kemudian menimbulkan harapan-harapan. karena tidak ada satupun keadaan yang seusai dengan keadaan yang yang diinginkan manusia, mausia hidup secara berdampingan dengan segala batasannya dalam ruang maupun waktu, tentunya mempunyai pengalaman hidup yang berbeda kemudian akan menimbulkan keinginan dan harapan yang berbeda pula.
manusia putus harapan........ hanyalah mati jawabannya. karena harapan tidak akan ada habisnya manusia berharap. keinginan dan harapan akan selalu bermunculan seiring dengan berjalannya kehidupan.
wahai manusia yang masih hidup, tersenyumlah dengan kekecewaanmu. dan bersyukurlah dengan keberhasilanmu.
manusia tidak bisa hidup secara lurus-lurus saja tanpa ada sesuatu yang "menyentilnya", mendorong, menyeret atau bahkan "menendangnya". dari kondisi yang dihadapinya ia mempunyai harapan, baik itu harapan cinta, atau harapan lain ingin dicapainya.
jangan anggap orang yang kaya secara materi mempunyai ketenangan jiwa seperti si miskin, artinya setiap orang mempunyai kondisi nya sendiri yang kemudian menimbulkan harapan-harapan. karena tidak ada satupun keadaan yang seusai dengan keadaan yang yang diinginkan manusia, mausia hidup secara berdampingan dengan segala batasannya dalam ruang maupun waktu, tentunya mempunyai pengalaman hidup yang berbeda kemudian akan menimbulkan keinginan dan harapan yang berbeda pula.
manusia putus harapan........ hanyalah mati jawabannya. karena harapan tidak akan ada habisnya manusia berharap. keinginan dan harapan akan selalu bermunculan seiring dengan berjalannya kehidupan.
wahai manusia yang masih hidup, tersenyumlah dengan kekecewaanmu. dan bersyukurlah dengan keberhasilanmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
